Toyota yang juga dikenal sebagai produsen otomotif paling produktif baik di Indonesia ataupun secara global ternyata meraih sukses yang cukup besar dengan produk-produk mobil Hybridnya. Sejak diluncurkannya mobil Hybrid hingga penghujung tahun 2012 ini, Toyota tercatat telah menjual kurang lebih empat juta unit diseluruh dunia. Diyakinin popularitas kendaraan jenis hybrid akan terus meningkat mengingat adanya kampanye “Go Green” yang dilakukan secara serentak diseluruh dunia dan juga kepedulian produsen dan konsumen terhadap ketersedian bahan bakar mesin yang diambil dari perut bumi semakin menipis.
Pada bulan Oktober 2012, melalui press releasenya pihak Toyota Motor Company yang bermarkas di Jepang melaporkan bahwa penjualan untuk kendaraan jenis Hybrid mencapai 1 juta unit tepatnya pada angka 1.028.900 bersamaan dengan Lexus dari perhitungan yang di cover secara global. Hal ini tentu saja merupakan sebuah prestasi tersendiri karena tercatat pada tahun sebelumnya, pihak Toyota hanya mampu menjual sekitar 630.000 unit saja.
Secara detail, pada posisi teratas masih ditempati oleh Toyota Prius dan angka penjualan terbesar dibukukan oleh Prius C yang mana mencapai angka mencapai 259.700 sedangkan untuk Prius V tercatat 159.700 unit. Varian mobil hybrid lainnya yang juga laku terjual adalah 81.800 unit Toyota Camry hybrid, 21.600 unit Prius Plug-in Hybrid dan juga 102.500 unit Lexus hybrid. Dengan hasil penjualan yang diperoleh saat ini, Toyota telah menargetkan untuk menjual 10 juta unit mobil hybrid hingga tahun 2016 yang mana sangat membutuhkan kerja keras terutama para staff marketing yang berada di garda paling depan untuk memasarkan setiap produk Toyota. Konsumen yang berdomisili di Jepang merupakan ujung tombak suksesnya kendaraan hybrid ini karena hingga kini tercatat kurang lebih 56,7 persen total penjualan masih didominasi oleh konsumen dari negeri matahari terbit tersebut.
Di Indonesia tentu masih butuh beberapa langkah agar konsumen melirik produk hybrid meski saat ini mindset konsumen masih saja terpaku dengan produk yang harganya murah namun menggunakan bahanbakar utama dari hasil olahan minyak bumi seperti bensin dan solar.
