Toyota meminta keringanan untuk mobil Hybrid yang masuk ke Indonesia, mobil dengan tekhnologi hybrid saat ini memang masih tergolong dalam kategori barang mewah. Hal tersebut dikarenakan system yang modern dan belum banyak diaplikasikan pada kendaraan pada umumnya. Sebagai barang mewah tentunya pajak yang dikenakan pada kendaraan ramah lingkungan tersebut akan tinggi yang berimbas langsung pada nilai jualnya untuk masyarakat.
Sementara tekhnologi hybrid yang ramah lingkungan karena menggunakan dua system penggerak mesin yaitu berbahan bakar minyak serta listrik tentunya akan mengurangi tingkat pemakaian bahan bakar minyak yang tentu bermanfaat bagi kelestarian lingkungan dengan pengurangan emisi gas buang atau karbondioksida. Hal yang tentunya akan sejalan dengan trend masa kini dimana kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian lingkungan semakin tinggi serta stabilitas harga minyak yang fluktuatif yang berakibat langsung pada ketahanan ekonomi terutama didalam Negeri.
Hingga saat ini, pihak Toyota telah mengupayakan langkah intensif kepada pemerintah Indonesia sehubungan hal tersebut, Saat ini harga Toyota Camry Hybrid masih lebih mahal sekitar 40 persen disbanding versi konvensionalnya akibat penerapan Pajak Penjualan barang Mewah ( PPn BM ) yang dikenakan padanya.
Langkah dari Toyota yang meminta keringanan untuk mobil hybrid tersebut akhirnya mendapat sambutan positif dari pemerintah terutama dari Kementerian Keuangan republic Indonesia. Menteri Keuangan, Bapak Agus Martowadojo telah mengajukan pembebasan PPn BM untuk menunjang pengembangan dari mobil murah yang ramah lingkungan atau Low Cost Green Car ( LCGC ). Saat ini Pemerintah melalui Departemen keuangan sedang menyiapkan perangkat penunjang terkait hal diatas.
Pada saat rapat dengar pendapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok Pokok Kebijakan Fiskal pada 16 Maret 2012 yang baru lalu, Menteri Keuangan, Agus Martowidojo membeberkan beberapa hal antara lain mengenai pemberian insentif fiscal berupa pembebasan PPn BM untuk kendaraan bermotor dengan harga terjangkau serta ramah lingungan termasuk mobil hybrid.
Diharapkan kebijakan tersebut akan segera dapat direalisasikan hingga program ramah lingkungan serta hemat BBM segera dapat terwujud. Toyota pun menyebutkan bahwa sosialisasi dalam hal meminta keringanan untuk mobil hybrid yang dilakukannya bertujuan untuk memenuhi komitmen sebagai produsen mobil yang berkualitas dengan harga terjangkau. Seperti juga produk lainnya semisal All New Toyota Avanza 1,5 G dan Veloz, masa mendatang All New Toyota Camry dapat menjadi kendaraan ideal yang berkualitas, ramah lingkungan serta memenuhi kriteria daya beli publik di tanah air.
